Kesiapsiagaan Banjir Berbasis Komunitas melalui Sistem Peringatan Dini Inklusif di Asia Tenggara: Studi Komparatif Intervensi Partisipatif pada Komunitas Bantaran Sungai Indonesia dan Vietnam

Isi Artikel Utama

Widyaa Anggraini

Abstrak

Banjir merupakan salah satu ancaman bencana paling berulang di Asia Tenggara dan memberikan dampak serius terhadap keselamatan, kesehatan, pendidikan, mobilitas, ekonomi rumah tangga, serta keberlanjutan penghidupan masyarakat. Artikel ini menganalisis intervensi pengabdian masyarakat berbasis kesiapsiagaan banjir melalui sistem peringatan dini inklusif pada komunitas bantaran sungai di Indonesia dan Vietnam. Dengan menggunakan pendekatan evaluasi komparatif berbasis komunitas, artikel ini menjelaskan hubungan antara kerentanan wilayah sungai, literasi risiko, sistem peringatan dini, latihan evakuasi, pemetaan partisipatif, penguatan kelompok rentan, dan ketahanan komunitas. Temuan menunjukkan bahwa kesiapsiagaan banjir tidak cukup dibangun melalui infrastruktur teknis, tetapi memerlukan kapasitas sosial komunitas, kepercayaan terhadap informasi, jalur evakuasi yang dipahami warga, keterlibatan perempuan dan kelompok rentan, serta koordinasi antara pemerintah lokal, sekolah, relawan, lembaga kebencanaan, dan rumah tangga. Indonesia menunjukkan pentingnya penguatan komunitas bantaran sungai melalui relawan lokal, edukasi risiko, dan kesiapsiagaan rumah tangga. Vietnam menunjukkan pentingnya integrasi infrastruktur ketahanan banjir dengan sistem sosial komunitas, terutama di wilayah delta dan kota sungai yang menghadapi tekanan perubahan iklim. Artikel ini berkontribusi pada kajian pengabdian masyarakat dengan menegaskan bahwa sistem peringatan dini hanya efektif apabila diterjemahkan menjadi tindakan kolektif yang inklusif, dipercaya, dilatih, dan dilembagakan dalam kehidupan komunitas.

Rincian Artikel

Bagian
##section.default.title##