Focus and Scope
FOKUS DAN RUANG LINGKUP
Fokus Jurnal
Pengabdian Masyarakat Asia Tenggara merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi sosial, serta pengembangan kapasitas masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Jurnal ini menjadi media publikasi bagi akademisi, dosen, peneliti, praktisi, pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyebarluaskan praktik pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, partisipatif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Artikel yang diterbitkan diharapkan tidak hanya menjelaskan proses pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menunjukkan identifikasi permasalahan masyarakat, metode penyelesaian masalah, keterlibatan mitra, hasil kegiatan, perubahan yang dihasilkan, evaluasi program, dan peluang keberlanjutan kegiatan.
Pengabdian Masyarakat Asia Tenggara memprioritaskan artikel yang memperlihatkan keterkaitan antara pengetahuan akademik, kebutuhan masyarakat, inovasi, partisipasi pemangku kepentingan, dan keberlanjutan program pengabdian.
Ruang Lingkup Jurnal
Ruang lingkup publikasi Pengabdian Masyarakat Asia Tenggara mencakup, tetapi tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut:
1. Pendidikan dan Literasi
- Peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
- Pelatihan guru, tenaga kependidikan, dan pengelola lembaga pendidikan.
- Literasi membaca, menulis, numerasi, sains, dan budaya.
- Literasi digital, media, informasi, dan kecerdasan buatan.
- Pendidikan inklusif dan pendidikan bagi kelompok rentan.
- Pengembangan media dan teknologi pembelajaran.
- Pendidikan karakter, kewarganegaraan, dan kebangsaan.
2. Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
- Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.
- Pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan masyarakat.
- Peningkatan kapasitas koperasi dan badan usaha milik desa.
- Literasi keuangan dan pengelolaan usaha.
- Pemasaran digital dan pengembangan merek produk masyarakat.
- Penguatan rantai nilai dan akses pasar.
- Pemberdayaan ekonomi perempuan, pemuda, dan kelompok rentan.
3. Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
- Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
- Kesehatan ibu, anak, remaja, dan lanjut usia.
- Perbaikan gizi masyarakat dan pencegahan stunting.
- Kesehatan mental dan dukungan psikososial.
- Sanitasi, kebersihan, dan perilaku hidup sehat.
- Peningkatan kapasitas kader dan tenaga kesehatan masyarakat.
- Pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
4. Teknologi dan Transformasi Digital
- Penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat.
- Transformasi digital pada pelayanan publik dan kegiatan masyarakat.
- Pengembangan sistem informasi, aplikasi, dan platform digital.
- Peningkatan keterampilan digital masyarakat.
- Keamanan digital dan perlindungan data.
- Pemanfaatan teknologi untuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemerintahan.
- Inovasi teknologi untuk wilayah perdesaan, pesisir, dan terpencil.
5. Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan
- Pelestarian lingkungan dan sumber daya alam.
- Pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
- Konservasi air, tanah, hutan, pesisir, dan keanekaragaman hayati.
- Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
- Pertanian, perikanan, dan peternakan berkelanjutan.
- Energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan.
- Pendidikan lingkungan dan pengembangan komunitas hijau.
6. Pemerintahan dan Pelayanan Publik
- Peningkatan kapasitas pemerintahan desa dan pemerintahan lokal.
- Inovasi pelayanan publik.
- Digitalisasi administrasi pemerintahan.
- Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
- Peningkatan kapasitas aparatur dan kelembagaan publik.
- Perencanaan pembangunan berbasis masyarakat.
- Penguatan tata kelola kolaboratif dan pemerintahan yang inklusif.
7. Sosial, Budaya, dan Kemanusiaan
- Penguatan kelembagaan dan solidaritas sosial.
- Pelestarian budaya, bahasa, seni, dan kearifan lokal.
- Pemberdayaan masyarakat adat dan komunitas lokal.
- Perlindungan anak, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.
- Pencegahan kekerasan, diskriminasi, dan konflik sosial.
- Pengembangan komunitas dan peningkatan kohesi sosial.
- Pemberdayaan masyarakat berbasis budaya dan kreativitas.
8. Hukum dan Kesadaran Masyarakat
- Penyuluhan dan pendidikan hukum masyarakat.
- Peningkatan kesadaran hak dan kewajiban warga negara.
- Pendampingan hukum bagi masyarakat.
- Perlindungan konsumen dan perlindungan kelompok rentan.
- Pencegahan kekerasan, perdagangan manusia, dan kejahatan digital.
- Peningkatan kapasitas lembaga masyarakat dalam penyelesaian konflik.
- Pengembangan budaya hukum dan akses terhadap keadilan.
9. Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan
- Peningkatan kapasitas petani, nelayan, dan peternak.
- Penerapan teknologi pertanian dan perikanan.
- Diversifikasi dan pengolahan produk pangan.
- Penguatan ketahanan pangan rumah tangga dan komunitas.
- Pengembangan pertanian organik dan berkelanjutan.
- Peningkatan kualitas, produktivitas, dan pemasaran hasil produksi.
- Pengembangan kelembagaan kelompok tani dan nelayan.
10. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Pengembangan desa wisata dan pariwisata berbasis masyarakat.
- Pelestarian dan promosi destinasi budaya.
- Peningkatan kapasitas pelaku pariwisata.
- Pengembangan produk kreatif dan cendera mata lokal.
- Pemasaran digital destinasi wisata.
- Pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan.
- Peningkatan kualitas layanan dan tata kelola destinasi.
11. Kebencanaan dan Ketahanan Masyarakat
- Pendidikan dan kesiapsiagaan bencana.
- Pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
- Penguatan kapasitas komunitas tangguh bencana.
- Pemanfaatan teknologi untuk mitigasi dan informasi kebencanaan.
- Pemulihan sosial, ekonomi, dan psikologis pascabencana.
- Adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim dan krisis lingkungan.
- Penguatan kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan organisasi kemanusiaan.
12. Kolaborasi dan Pembangunan Regional Asia Tenggara
- Program pengabdian lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
- Kolaborasi universitas, pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.
- Pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antarnegara.
- Pengembangan masyarakat perbatasan dan kawasan regional.
- Integrasi sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya Asia Tenggara.
- Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di tingkat komunitas.
- Penguatan kemitraan regional untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat.
Jenis Artikel yang Diterima
Pengabdian Masyarakat Asia Tenggara menerima artikel yang berasal dari:
- hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat;
- program pemberdayaan masyarakat;
- penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi;
- pendampingan masyarakat dan penguatan kelembagaan;
- program kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat;
- kegiatan pengabdian berbasis hasil penelitian;
- program kolaborasi nasional maupun internasional;
- evaluasi dan pengembangan model pengabdian kepada masyarakat;
- praktik baik atau studi kasus kegiatan pengabdian yang memiliki unsur kebaruan dan dampak terukur.
Karakteristik Artikel
Artikel yang diajukan harus memperlihatkan beberapa unsur berikut:
- permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat atau mitra;
- tujuan kegiatan yang jelas dan terukur;
- metode pelaksanaan yang sistematis;
- partisipasi aktif masyarakat atau mitra;
- hasil dan dampak kegiatan yang dapat dijelaskan;
- evaluasi terhadap ketercapaian program;
- potensi keberlanjutan atau pengembangan kegiatan;
- dukungan data, dokumentasi, tabel, gambar, atau bukti kegiatan yang relevan;
- pembahasan yang dikaitkan dengan literatur ilmiah.
Cakupan Geografis
Jurnal ini memprioritaskan artikel pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di negara-negara kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor-Leste.
Artikel dari luar kawasan Asia Tenggara tetap dapat dipertimbangkan apabila memiliki relevansi, pendekatan, atau kontribusi yang dapat diterapkan dalam konteks pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Asia Tenggara.
Artikel yang Tidak Termasuk dalam Ruang Lingkup
Jurnal tidak memprioritaskan naskah yang:
- hanya berupa laporan kegiatan tanpa analisis ilmiah;
- hanya menjelaskan kegiatan seremonial atau dokumentasi acara;
- tidak menjelaskan permasalahan dan kebutuhan masyarakat;
- tidak memuat metode pelaksanaan dan evaluasi kegiatan;
- tidak menunjukkan hasil, perubahan, atau manfaat bagi masyarakat;
- merupakan artikel penelitian murni tanpa pelaksanaan kegiatan pengabdian;
- tidak sesuai dengan etika penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
- telah diterbitkan atau sedang diproses pada jurnal lain.
Dengan mengirimkan naskah ke Pengabdian Masyarakat Asia Tenggara, penulis menyatakan bahwa artikel telah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal serta memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan dan pembangunan masyarakat.