Pemberdayaan Gizi Keluarga Berbasis Komunitas untuk Pencegahan Stunting di Asia Tenggara: Studi Komparatif Intervensi Partisipatif pada Komunitas Perdesaan Indonesia dan Timor-Leste

Isi Artikel Utama

Doni Febriann

Abstrak

Stunting masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat dan pembangunan manusia yang serius di Asia Tenggara. Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan kekurangan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kemiskinan, pola pengasuhan, akses pangan bergizi, sanitasi, kesehatan ibu, literasi keluarga, praktik pemberian makan anak, serta kapasitas layanan kesehatan komunitas. Artikel ini menganalisis model pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan gizi keluarga untuk pencegahan stunting pada komunitas perdesaan Indonesia dan Timor-Leste. Dengan menggunakan pendekatan evaluasi komparatif berbasis komunitas, artikel ini menjelaskan hubungan antara kerentanan gizi, intervensi partisipatif, penguatan kapasitas keluarga, perubahan perilaku pengasuhan, kolaborasi layanan, dan keberlanjutan kesehatan anak. Temuan menunjukkan bahwa program pencegahan stunting lebih efektif apabila tidak hanya menekankan penyuluhan gizi, tetapi juga mengintegrasikan edukasi ibu dan keluarga, pemantauan tumbuh kembang, praktik pangan lokal bergizi, sanitasi, kunjungan rumah, kader komunitas, dan kolaborasi antara posyandu, fasilitas kesehatan, pemerintah lokal, sekolah, organisasi masyarakat, serta keluarga. Indonesia menunjukkan kekuatan model posyandu dan kader kesehatan yang dapat diperkuat melalui pendampingan keluarga berisiko, sedangkan Timor-Leste menunjukkan pentingnya integrasi antara ketahanan pangan rumah tangga, kesehatan ibu-anak, dan edukasi gizi berbasis komunitas. Artikel ini berkontribusi pada kajian pengabdian masyarakat dengan menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dipahami sebagai proses pemberdayaan keluarga dan komunitas, bukan semata-mata intervensi medis atau distribusi bantuan pangan.

Rincian Artikel

Bagian
##section.default.title##