Literasi Digital dan Keuangan Partisipatif bagi UMKM Perempuan di Perdesaan Indonesia dan Filipina: Evaluasi Komparatif Pengabdian Masyarakat atas Penguatan Kapasitas, Adopsi Platform, dan Keberlanjutan Penghidupan
Isi Artikel Utama
Abstrak
UMKM yang dipimpin perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan inklusif di Asia Tenggara, namun banyak di antaranya masih menghadapi keterbatasan akses digital, rendahnya literasi keuangan, lemahnya jaringan pasar, serta hambatan sosial berbasis gender dalam partisipasi ekonomi daring. Artikel ini menganalisis intervensi literasi digital dan keuangan partisipatif bagi UMKM perempuan di wilayah perdesaan Indonesia dan Filipina melalui pendekatan evaluasi pengabdian masyarakat komparatif. Dengan menggunakan teori pemberdayaan masyarakat, pendekatan pembangunan partisipatif, serta bukti sekunder dari laporan pembangunan regional, dokumen kebijakan UMKM, dan literatur pengabdian masyarakat, artikel ini menjelaskan bagaimana kerentanan komunitas dapat diubah melalui penguatan kapasitas, pembelajaran sebaya, kolaborasi pemangku kepentingan, dan adopsi teknologi yang sesuai konteks lokal. Temuan komparatif menunjukkan bahwa literasi digital memberikan dampak sosial yang lebih kuat ketika dilekatkan pada jaringan kepercayaan komunitas, kebutuhan penghidupan, keamanan digital, dan agensi kolektif perempuan, bukan sekadar pelatihan teknis penggunaan aplikasi. Indonesia memperlihatkan pentingnya skala, fasilitasi berbasis komunitas, dan integrasi dengan ekosistem UMKM lokal, sedangkan Filipina menunjukkan pentingnya jejaring barangay, ketahanan penghidupan, dan pendampingan kewirausahaan berbasis mobile. Artikel ini berkontribusi pada kajian pengabdian masyarakat dengan menegaskan bahwa keberlanjutan pemberdayaan bergantung pada keselarasan antara diagnosis partisipatif, literasi keuangan, adopsi digital yang aman, pendampingan berkelanjutan, dan dukungan kelembagaan.