Integrasi Pekerjaan Sosial dan Pendidikan untuk Anak Tidak Sekolah: Perbandingan Brebes dan Bone
Abstrak
Anak tidak sekolah merupakan persoalan multidimensional yang terbentuk melalui interaksi kemiskinan, pekerjaan anak, perkawinan usia dini, disabilitas, migrasi, keterbatasan akses, rendahnya keterikatan terhadap sekolah, dan fragmentasi pelayanan publik. Penelitian ini menganalisis bagaimana variasi tata kelola komunitas, sistem pendataan, penjangkauan, pembiayaan, dan layanan pendidikan memengaruhi pengembalian anak tidak sekolah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan studi kasus komparatif kualitatif berbasis analisis data sekunder. Bukti empiris diperoleh dari statistik nasional, regulasi, dokumen perencanaan, laporan program, dan literatur ilmiah, dengan fokus pada praktik Gerakan Kembali Bersekolah yang didokumentasikan pada 2016–2021 dan perkembangan kebijakan nasional hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brebes mengembangkan model berbasis Forum Masyarakat Peduli Pendidikan yang menjangkau anak hingga tingkat rukun tetangga dan menghubungkan data dengan Dana Desa. Bone menggunakan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat, tim pendidikan desa, rencana aksi kabupaten, serta kemitraan lintas sektor untuk mengarahkan anak ke pendidikan formal dan nonformal. Perbedaan utama terletak pada asal kelembagaan gerakan: Brebes berkembang dari mobilisasi masyarakat yang kemudian diinstitusionalisasi, sedangkan Bone lebih kuat ditopang perencanaan pemerintah dan replikasi sistemik. Kedua kasus menunjukkan bahwa pengembalian administratif belum menjamin keberlanjutan belajar tanpa asesmen sosial, pendampingan keluarga, pilihan pembelajaran yang relevan, serta pemantauan pascareintegrasi. Artikel ini mengembangkan Model Kapasitas Reintegrasi Pendidikan yang menempatkan pekerjaan sosial sebagai penghubung antara visibilitas data, penjangkauan, intervensi keluarga, penempatan pendidikan, dan retensi berkelanjutan.